Wednesday, January 19, 2011

Bersemayam dalam integritas hati nurani dan fikiran (Dialektika Hati Nurani dan Fikiran)

By. Mu’minatus Fitriati Firdaus

     Adzan Shubuh berkumandang membangkitkan aroma spiritual yang tersimpan dalam hati seorang insan beriman, menuntun langkah ini tuk menyegarkan organ-organ tubuh yang telah beristirahat sejenak dengan wudlu dan bergegas sholat shubuh. Seusainya ku menyusuri alur alam yang bertasbih menyambut pagi. Air-air embun menetes diantara bilik-bilik dedaunan, sang fajar membela membuka tabir malam nan  gelap, menampakkan seberkas sinar mentari, memercikan cahaya kehidupan di pagi cerah. Sesaat kemudian kubuka tirai kamarku, tuk menyaksikan lentera pagi dibawah naungan Illahi. Walau dada sesak terkait luka dan duka karna masalah yang tak kunjung henti, namun ku yakin sutradara kehidupan dunia yang haqiqi selalu terjaga dan memperhatikan roda kehidupan yang terus berputar pada porosnya.  Tapi apalah daya perasaan keluh kesah terkadang selalu menyelimuti fikiran ini.Padahal bentangan nikmat-Nya tak tertulis oleh hempasan tinta lautan serta  samudera nan luas. Sehingga saat emosi memuncak terjadilah dialektika antara hati nurani dan fikiran.
Fikiran, dunia luas terkadang sempit, kekayaan alam yang terkandung didasar bumi ini berlimpah-limpah tapi tertutup rapat oleh ketamakan dan kemungkaran. Manusia terlahir suci namun pertikaian dan konflik di bumi ini terus menyalah. Ya Allah, rasa-rasanya dunia ini sudah terhijab kabut dan awan hitam.
H. nurani, dunia ini sebetulnya tak sempit dan gelap jika kau mau mencari jejak mengelana di tanah-tanah indah  tertegun melihat secara kompleks nikmat-Nya ?
Perhatikanlah, saat cahaya mentari menutup rembulan nan menawan, ada sinar di dua kelopak matamu yang membiaskan spektrum warna warni kehidupan. Disetiap detik matamu memandang, menela’ah dalam rupa ciptaan-Nya, diruas-ruas jalan, ditepi-tepi gemercik air yang mengalir, ditengah-tengah hiruk pikuk keraimaian kota ada keajaiban yang terlelap larut tanpa memikirkan nikmat-Nya. Sebetulnya,  sadarkah fikiran berasap hitam tertutup waktu sinar apakah yang telah meniupkan keaneka ragaman fakta di dua kelopak matamu.
Jawabannya satu tak berkomponen ataupun berunsur, sinar Illahi yang selalu menerangi penglihatan hamba-Nya.
Fikiran, Ia aku bersyukur atas penglihatan ini, tapi kenapa kian bertambah usiaku, kian melintas langkah dan gerak tangan kurang bermanfaat ?
H. nurani, Apakah yang menghalangi gelora perjuanganmu, tahukah kau, bahwa ribuan manusia menjadi teknisi handal tak bermodal harta menggunung, uang membukit atau jabatan merajai dunia, namun bidang engeneering, skill, ketrampilan akademik dan karya-karya ilmiah dilalui dengan cepat, karna ada kekuatan hati, fikiran serta motivasi yang menggerakkan ruas-ruas jari yang kecil. Belum lagi,  kekuatan batin dan emosional qualent seorang pelukis cacat yang menginspirasikan jari-jari kakinya melalui kanvas dan cat air penuh arti makna menoreh sejarah abadi. Jika ditela'ah secara konkrit, sebetulnya permasalahan datang dari penyakit fikiran diiringi hawa nafsu yang menutup pintu-pintu kebahagiaan dalam hati nurani.
Memang kau berfikir dengan mentransfer ribuan data kedalam memori tingkat tinggi, sedang fisik dan matamu berkata padaku, kawan !
Rasa-rasanya, kuingin mengalirkan air mata darah karena sesal dan aniaya nafsu jahat, ibarat bunga-bunga yang layu dimusim kemarau membawa luka yang dalam dan tak dapat kutembus.
Ingatlah, kau sempurnah tidak buta namun ku merasakan kebutaan hati dan perasaan yang mendorong pada kesombongan, keangkuhan dan kemunafikan......!
Fikiran, kawan sudah ku fikirkan tiap detik namun kian panjang,  tapi kenapa selalu ada impian dan harapan yang menyebabkan perasaan tidak puas yang terus mendera batin ?
H. nurani, mungkin kau tlah salah menilai arti kepuasan dengan keduniawian yang maya dan sesaat. Padahal kepuasan bukan dinilai dari segi materil, kesempurnaan fisik dan akademik yang super tinggi dan hebat. Tapi coba tanyalah dengan ikhlas dan berkacalah pada hati nuranimu.
Fikiran, terus bagaimana aku merangkai untaian mutiara-mutiara hidupku ?
H. nurani,  wahai fikiran apa ingatanmu memudar ….!
Saat semuanya diam terpaku hampa tanpa solusi, siapakah yang mendengar jerit?
Saat tumpukan pekerjaan, tugas dan kewajiban terputus sesaat oleh waktu, siapakah yang menjawabnya ?
Saat kekayaan menipis karna hajat hidup yang tak terpenuhi dan semua orang menjauh, pada siapakah kau pinta kesejahteraan ?
Saat masa tua tiba, wajah memudar, daya tahan tubuh berkurang, siapakah yang menyetrumkan arti kebahagiaan ?
Fikiran, memang aku tahu akan dahsyatnya keajaiban dan kebesaran Illahi, tapi kenapa aku belum mendapatkan ketenangan dan kedamaian?
H. nurani, sebetulnya jawabannya tersirat dalam tiap detik hidupmu dengan positif thinking dalam menjalankan perintah Illahi. Karena dzat yang maha kuasa berimanen dalam realitas dan fakta  nyata yang tlah kau usai.
Ingatkah kau akan kesempurnaan fisikmu, jika kau mengeluh dan kurang bersyukur, coba renungkanlah dan jawablah dengan sejujur-jujurnya,
Pertanyaan eksklusif batin….
Duhai akal fikiran yang memendam nista dan penat
Yang haus dan rindu akan iman
Jika kau boleh memilih dalam penciptaanmu,
Jawablah dengan jujur
Berwajah rusak atau baik
Bermata satu, buta atau bisa melihat
Bertubuh cacat atau sempurna
Berotak ideot atau jenius
Mungkin, sudah terbesit jawaban di sanubarimu dan kini saatnya kau pupuk hembusan nikmat-Nya yang mendesir dengan mengalunkan lafadz syukur (Al-Hamdalah )
Fikiran, baiklah, tentunya aku selalu ingin sempurna tanpa kekurangan fisik yang menghalangiku.
H. nurani, hal ini mengingatkanku tuk menscan memori masa lalu. perhatikanlah tanpa sembelit nafsu. Saat Bilal bertemu Rosulullah dalam keadaan menangis. Bilal bertanya, Ya rosulullah kenapa engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan mendatang ?
Rosulullah menjawab, " Tidak bolehkah aku menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur dan siapakah yang berani menghentikan isakan tangisku atas limpahan nikmat-Nya." Memang kepuasan duniawi 100% bukan pondasi kedamaian hidup, namun siraman segarnya air wudlu dan mata air imanlah kan melindungimu dari  jelahat, ibarat mutiara putih yang berkilau karna aurora Illahi.
Fikiran, maaf, memang ku tak bisa bohong, bahwa sudah terlalu tinggi endapan rasa kebencian dan kemarahanku padamu wahai hati nurani. Seakan-akan ada musuh terselimuti oleh kenikmatan menyesatkan serta kepuasan membunuh etika dan estetika yang kian membaik, apakah kau merasakannya ?.
H. nurani, Jangankan merasakannya, kalau kau tahu perisai yang paling canggih sudah ku aplikasikan demimu, kawan !”
     Dialektika panjang antar hati nurani dan fikiran kian memuncak, tak terasa mentaripun kian menilluminasikan cahayanya dilengkung langit berhias awan nan putih  diantara bayang-bayang biru laut. Dihiasi  hilir mudik kupu-kupu  lewat lambat menguntai riang bersambut senyum sesaat. Renggang aku dari fikiran, mengikut perasaanku mengawal naik kian melonjak. Memang  impian dan harapan tidak burujung dan berakhir, hingga ratusan dan ribuan planing yang tiap detik bertambah  namun hanya setitik langkah  kau jalani.
H. nurani, sahabat  ruang batu, ruang kelabu begitu lapang penghuni hidup nan bijaksana laksana hakim yang mendalami filosofis kehidupan tak pernah pupus kepercayaan oleh ketidak abadian segalanya. Namun apalah daya penghuni yang mengunci memory pada sepi membiarkan satu luka disisi lain membekas luka lama mati rasa oleh racun mendinding di sekujur otakmu, kawan!”.
Fikiran, sebetulnya, yang ku tunggu  cuma kapan  lolos dari rasa sesat tumbuh dari lubuk ketakutan pada kehancuran, kekalahan juga tuduhan.
H. nurani, kawan kan kulukiskan ketentraman pada kelam sebelum malam, pada sosok samar penuh coretan warna tak berbias. Bacalah fikiranmu dengan basmalah memancar roh pendakian dan penyucian dalam bait-bait setting hidup. Bacalah makna hidup dengan ayat-ayat Illahi, kontemplasilah dengan sajadah cinta, serulah nama-Nya dengan Al-Qur’an dan hapuslah asa mendulang egois menembus sukma mengikis perasaan dengan sabar, ibarat  nabi Ayyub dalam rentan waktu memanjang dihantar sakit kian parah ditinggal sanak saudara, terkapar sendiri menggapai uluran Illahi menambah hikmah dengan bersyukur.
Fikiran, apakah selama ini  kutak sabar dan bersyukur ?
H. nurani, sabar ibarat angin bertiup sayu menyapu rasa, menggetarkan pucuk-pucuk hatiku, tersenyum pilu diatas penat bagaikan lonjakan api melahap materi di atas batu kerikil berakhir berwujud abu terbang di udara tanpa bekas.
     Sedang bersyukur, ibarat menimba damai berujung puas menawarkan rasa aman dalam nikmat bukan keluh atau hujaman nan dahsyat memetik kritik nan kristis menambah sakit menebar racun oleh dengki, iri dan tamak tuk selalu meminta, memaksa dan memihak pada kekayaan, kedudukan serta  jabatan.
Fikiran, wahai hati nurani adakah tempat untukku berintegritas denganmu, saat ini dan selamanya!”. Jauh dari nafsu, bisikan syetan dan jin yang baik tapi menjerumuskan, berteman tapi penghianat, pengertian tapi menyiksa, mengistirahatkan fisik tapi menghancurkan fikiran dan fungsi otak yang kini tlah ku alami.
H. nurani, kawan sebetulnya hasratku hendak berlari bersamamu, tetapi kau melaju dengan kencang hingga habis tenagaku. Namun, kuyakin perlahan-lahan waktu kan perpihak pada kita berdua, hidup kan sentosa hening dan tenang oleh doa, usaha dan tawakkal. Karena garis penghubung telah bertemu membentuk satuan yang horizontal menuju hakekat hidup antara dunia dan akherat.
Fikiran, terimah kasih kawan, percayalah integritas hati nurani dan fikiran ini adalah tanda akan kesuksesan kita dalam menggapai ridho Illahi.
     Kini ku tlah sadar, memang tidak bisa di pungkiri bahwasannya dasar spiritual  faktor utama disintegritas hati nurani yang menonjol pada kejujuran, dan fikiran yang menonjol pada gengsi. penawar problematika kehidupan.



“Wahai jiwa nan kosong, ku kan berusaha tuk mempercayai hati nurani ini sebelum pengaruh lain dan orang lain menguasai diriku.”

Monday, October 18, 2010

Obama Takut Disunat

Bulan Agustus kemarin, aku dapat rizki besar. Rp 30 juta masuk kantong, komisi hasil makelarin tanah pak Haji Uding di Empang Tiga, Pasar Minggu. Karena itu duit cipratan, aku pun berpikir gampang untuk menghabiskannya. Ah, daripada puyeng mikir suksesi 2009 mending jalan-jalan ke Amrik.

Pilihanku pingin lihat kota Washington DC. Mengapa Washington? Karena kota ini adalah pusat pemerintahan negeri super kuat. Disamping itu, kali-kali aja ketemu Obama yang lagi getol unjuk diri.

Rencana perjalananku sudah mantap, besok paginya aku ke USA Embassy di Jalan Merdeka Selatan. Alhamdullilah, setelah diinterview jam 3 sore visa turisku keluar. Besoknya lagi, pesan tiket dan 5 hari kemudian aku take off dengan Singapore Airlines dari Bandara Soekarno-Hatta, straight ke Washington.

Dari kota tua inilah, miracle itu datang. Tanpa sengaja aku ketemu adik tiri Barrack Hussein Obama, Maya Soetoro di sebuah cafe bernuansa Hispanik. Sosok Maya kini mulai famous, karena sering muncul di media massa. Singkat cerita aku pun memperkenalkan diri dari Indonesia, "Hi Maya, I am Agus Bopak from Indonesia."

"Hey, glad to meet u gus," seru Maya. Hebat, suasana pun langsung jadi akrab. Dari wajah memang aku sudah bisa tebak, karakter Maya gampang akrab dengan siapa saja. Kami pun bertukar pikiran sedikit tentang situasi politik di Indonesia dan peluang Obama menggapai kursi presiden Amerika. Baru sekitar setengah jam ngobrol, tiba-tiba ada suara berat dari belakang menyapa,"Maya, sorry...too late!"
Karena terkejut, aku pun menoleh ke belakang. Wow, ini kan Obama (aku ngomong sendiri). Singkat cerita lagi, kami bertiga aku, Obama dan Maya, makin akrab.

Pada satu momen tertentu aku bertanya pada Obama, "Barry (panggilan akrab keluarganya untuk Obama), kehebatan retorika anda selain bakat, apakah anda pernah dilatih khusus pidato?"
"Ha...ha...whuahahahah...whuahaahah...whuahaha ha (busyet deh, mulut Obama yang besar itu menganga lebar. Dagunya memanjang, matanya memerah, menyipit dan berair. Perutnya yang rata pun bergetar dan bergoyang kencang)," Dia tertawa terbahak-bahak, gelinya minta ampun. Sampai-sampai capres Amerika yang lahir 4 Agustus 1961 itu, ke toilet mencuci muka, karena ilernya kemana-mana.

Dari toilet, dia menghampiri aku dan berkata setengah suara, seperti berbisik sambil menepuk kuat bahu aku. "Hey Bung! Aku banyak belajar retorika dari SBY. Dia itu mahir memainkan kata-kata. Dia itu orator hebat! Pokoknya Gus (Obama sok akrab sama aku), pemimpin di negeri kamu rata-rata jago pidato."

Aku pun sok akrab,"Oba, if u want...kamu bisa nyapres di Jakarta!"

"Ogah ah! (Syet dah, dia bisa bilang 'ogah') Aku mesti sunat dulu dong..."

Guru vs Murid Kelas

Kelas yang tadi ribut2 tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.

Murid-murid: Selamat pagi, Bu Guru!!!
Bu Guru (dengan suara melengking): Mengapa bilang selamat pagi
saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?
Murid-murid: Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru…..
Bu Guru: Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus di dengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.
Murid-murid: Selamat sejahtera Bu Guru!
Bu Guru: Sama-sama, duduk! Dengar baik-baik. Hari ini Bu Guru akan menguji kalian semua tentang lawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kalian semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?
Murid-murid: Mengerti Bu Guru…

Guru: Pandai!
Murid-murid: Bodoh!
Guru: Tinggi!
Murid-murid: Rendah!
Guru: Jauh!
Murid-murid: Dekat!
Guru: Berjaya!
Murid-murid: Menang!
Guru: Salah itu!
Murid-murid: Betul ini!
Guru (geram): Bodoh!
Murid-murid: Pandai!
Guru: Bukan!
Murid-murid: Ya!
Guru (mulai pusing): Oh Tuhan!
Murid-murid: Oh Hamba!
Guru: Dengar ini…
Murid-murid: Dengar itu…
Guru: Diam!!!!!
Murid-murid: Ribut!!!!!
Guru: Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid: Ini adalah jawaban, pandai!!!
Guru: Mati aku!
Murid-murid: Hidup kami!
Guru: Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid: Kita akar lama tak tau rasa!!
Guru: Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid: Rajin kami belajar bu guru…
Guru: Kalian gila semua!!!
Murid-murid: Kami waras sebagian!
Guru: Cukup! Cukup!
Murid-murid: Kurang! Kurang!
Guru: Sudah! Sudah!
Murid-murid : Belum! Belum!
Guru: Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid: Sebab saya seorang pandai!
Guru: Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid: Oh! Mengalah, tidak??!!
Guru: Kurang ajar!
Murid-murid: Cukup ajar!
Guru: Habis aku!
Murid-murid: Kekal kamu!
Guru (putus asa): O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid: K.O. Pelajaran belum mulai!
Guru: Sudah, bodoh!
Murid-murid: Belum, pandai!
Guru: Berdiri!
Murid-murid: Duduk!
Guru: Bego kalian ini!
Murid-murid: Cerdik kami itu!
Guru: Rusak!
Murid-murid: Baik!
Guru (stres): Kamu semua ditahan siang hari ini!!!
Murid-murid: Kami sebagian dilepaskan tengah malam itu!!
Guru (stres): 66666
Murid-murid: 99999
Guru (stres): !!!!!
Murid-murid: ?????

Pelajaran Penting tentang kehidupanku

Aku menemukan bnyak pelajaran dari apa yg aku lihat dan kurasakan . .
Hidup di dunia ini seperti sebuah panggung sandiwara . . yang sudah di atur oleh penciptanya . .
hanya sebuah crta yg diatur dan di rangkai . . .
kita hanya bisa menjalaninya . . dan kita juga bsa merubh.a . .

hidup ini . .
mengalun seperti nada2 yg indah . .
kdang naik . .
kdang turun . .
trkadang bergeloMbang . .
trgntung bgaimana kita menyanyikan.a . .
tk bnyk orng yg tau tntang arti kehdupn . .

kehdupn . .
yg kdang mMbuat kita tak tau arah . .
arah yg slah . . dan arah yg bnar . .

seseorang yg baik . .
blum tntu membawa kita dlm kbaikn . .
bisa saja . .
seseorng yg jahat . .
mampu menuntun kta ke arah yg baik . .

ibrat pepath mengatakn . .
jangn pErnh meliah 1 titik hitam di atas sbuah krtaz putiH . .

setiap manusia . .
tidak ada yg smpurna . .
kesempurnaan itu hnya milikNya . . . pencipta lngit dan bumi . .
ALLAH SWT . . .

Mengapa Air Tidak Membeku di Atas Awan

Supercooling, sebuah kondisi yang memungkinkan cairan tak membeku meski di bawah titik beku normal mereka, masih membuat para ilmuwan penasaran. Salah satu contoh fenomena tersebut bisa kita jumpai setiap hari dalam meteorologi, yaitu awan tinggi sebenarnya merupakan akumulasi tetesan air dalam kondisi superdingin di bawah titik bekunya.

Para ilmuwan dari Commissariat a l'Energie Atomique et aux Energies Alternatives (CEA), Centre National de Recherche Scientifique (CNRS), dan ESRF, Prancis, telah menemukan sebuah penjelasan eksperimental tentang fenomena supercooling. Riset mereka dipublikasikan dalam jurnal Nature, akhir pekan lalu.

Cairan superdingin terperangkap dalam sebuah kondisi metastable meski berada di bawah titik bekunya. Itu hanya bisa terjadi pada cairan yang tak mengandung benih kristal yang dapat memicu kristalisasi. Awan pada lapisan atmosfer tinggi adalah contoh terbaik: mengandung butiran air, tapi ketiadaan benih kristal membuat air tidak membentuk es meski berada dalam temperatur rendah.

Dalam kehidupan sehari-hari, umumnya terdapat ketidakmurnian kristalin yang bersinggungan dengan cairan yang akan memicu proses kristalisasi, dan akhirnya pembekuan. Pengendalian perilaku solidifikasi amat penting untuk berbagai aplikasi, semisal proses teknologi pencetakan sampai pertumbuhan semikonduktor nanostruktur.

Setetes cairan emas-silikon pada permukaan silikon.
Kelompok pentagonal yang terbentuk pada permukaan itu memperlihatkan
struktur yang lebih padat dibanding emas padat dan
menghalangi cairan itu mengkristal pada temperatur rendah hingga 300 Kelvin.

Supercooling pertama kali ditemukan oleh Fahrenheit pada 1724, tapi hingga kini fenomena itu masih menjadi topik diskusi hangat. Lebih dari 60 tahun terakhir para ilmuwan berspekulasi bahwa supercooling berkaitan dengan struktur internal cairan yang tidak sesuai dengan kristalisasi.

Simulasi model mengajukan adanya fraksi atom cairan yang tersusun dalam kelompok segi lima yang terkoordinasi. Untuk membentuk sebuah kristal, cairan memerlukan struktur yang dapat diulang secara periodik, mengisi keseluruhan ruang. Itu tak mungkin terjadi dengan kelompok segi lima yang terkoordinasi.

Dalam analog dua dimensi, sebuah bidang tak bisa dipenuhi hanya dengan struktur pentagon. Sebaliknya, segitiga, segi empat, atau heksagon dapat mengisi sebuah bidang dengan sempurna. Dalam contoh ini, pentagon adalah kendala tercapainya kristalisasi.

Bukti bahwa struktur segi lima terkoordinasi adalah dasar supercooling itu berhasil ditunjukkan oleh para ilmuwan dari CEA, CNRS, dan ESRF ketika mempelajari struktur campuran emas dan silikon cair yang dipertemukan dengan permukaan silikon yang dilapisi dengan susunan atom pentagon. Temuan itu memberikan konfirmasi bahwa efek supercooling telah terjadi. "Kami mempelajari apa yang terjadi pada likuid yang dipertemukan dengan permukaan berstruktur pentagon," kata Tobias Schälli, peneliti utama studi tersebut.
 

Fasilitas Hotel...

Pada suatu hari ada seorang suami istri yg sedang melakukan perjalanan yg sangat jauh menggunakn mobil....
karena si suami sudah mulai tersa capek dan ngantuk maka di putuskan mereka mencari hotel untuk istirahat malam itu juga,,, sesampainya di hotel mereka langsung cek in tanpa bertanya brapa harga sewa kamar tersebut,,,sesampainya di kamar suami istri itu pun langsung tidur dengan pulas,,,
saat pagi tiba mereka bangun dan langsung cek out karena ingin kembali melanjutkan perjalanan agar cepat sampai,,, sampai di loby....

Suami : mas saya mau cek out nih,,, berapa yah biyanya?
Resepsionis pria : total biaya penginapan sebesar rp. 2.000.000
Suami : wah" mahal sekali tarifnya,,, saya kan ga sampai 1 hari disini,,,
Resepsionis pria : wah kami kan disini menyediakan fasilitas yg amat sangat luar biasa bagusnya,,,
Suami : terus kenapa? kan saya ga memakainya,,,
Resepsionis pria : mengapa anda tidak gunakan,,, salah sendiri anda...

Geram mendengar jawaban yg diberikan suami pun ga mau kalah...

Suami : hmm... kalau begitu anda harus membayar rp 2,500.000 kepada saya,,,
Resepsionis pria : loh " kok malah saya yang disuruh bayar.... emang saya melakukan apa? saya kan ga ngapa2in...
Suami : Loh" si mas gimana... saya kan udah sediakan istri saya di kamar,,, kenapa ga mas pakai.... salah sendiri,,,,
resepsionis pria : ???@W@@?@?@?

sekian dulu gan ceritanya,.., maaf kalau garing,,, cuma berusaha hibur agan2 aja,,, thx ya,,,

Palang Merah Israel Undang Jusuf Kalla ke Tel Aviv

Minggu, 17 Oktober 2010 01:35 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Organisasi Palang Merah Israel (MDA) mengundang Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla ke kota Tel Aviv, Israel, untuk membahas upaya mewujudkan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Pertemuan tersebut dilakukan setelah mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla terlebih dahulu bertemu dengan Palestinian Red Crescent Society.

Dengan menggunakan mobil Palang Merah Internasional, rombongan JK berangkat dari Ramallah, Palestina menuju Tel Aviv, Israel, Sabtu (16/10). Sebelum memasuki Tel Aviv, mobil rombongan JK akan berhenti di suatu tempat yang dirahasiakan. Di tempat tersebut, tim Palang Merah Israel sudah bersiap menjemput rombongan untuk kemudian memandu memasuki kota Tel Aviv.

Humas PMI Yadi Jenthak menyatakan bahwa kepergian JK memenuhi undangan Palang Merah Israel adalah untuk mendengarkan suara hati versi Israel. Tindakan tersebut perlu dilakukan sebagai langkah mewujudkan perdamaian antara Palestina dan Israel.

"Untuk perdamaian, segala cara harus ditempuh, termasuk mengenal dua kubu yang bertikai," ujar Humas PMI Yadi Jenthak menirukan ucapan JK, melalui pesan singkat kepada Media Indonesia.

Sejak 13 Oktober lalu, JK berada di Palestina untuk memenuhi undangan pembahasan perdamaian Palestina-Israel dengan Bulan Sabit Merah se-Dunia. Selain memenuhi undangan tersebut, JK juga mengunjungi tempat pengungsian Palestina di Nablus serta menunaikan shalat Jumat di Mesjid Al Aqsa, Jerusalem.

Di sela-sela kunjungannya ke pengungsian Palestina di Nablus, JK menyatakan bahwa pendekatan kemanusiaan diperlukan dalam upaya penyelesaian konflik. Menyangkut konflik Palestina, JK menyatakan bahwa perdamaian dapat mewujud apabila pihak-pihak yang terlibat mau duduk dan membicarakan bersama masa depan Palestina. "Di dalam negosiasi, seharusnya tidak ada pihak yang kehilangan wibawa," tegas JK.

JK menambahkan bahwa tanpa pertemuan langsung antar pihak-pihak yang bertikai, perdamaian sulit dicapai. "Tanpa pertemuan tatap muka mustahil kita sampai pada akar persoalan," tandas JK.

From: Kaskus.Us